Kamis, 21 Juli 2011

Semangat Kerja Penghapus Dosa

0 komentar
 
Oleh Encep Dulwahab

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ada dosa-dosa yang tidak terhapuskan dengan melakukan shalat, puasa, haji, dan umrah." Para sahabat bertanya, "Lalu, apa yang dapat menghapuskannya, wahai Rasulullah SAW?" Beliau menjawab, "Bersemangat dalam mencari rezeki."

Semangat dalam bekerja merupakan keharusan untuk siapa pun yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Baik sukses di dunia maupun akhirat. Begitu pun, dengan orang yang semangat dalam bekerja, dia akan meraih kebagiaan. Bahagia karena akan mendapatkan impian dan harapannya.

Islam sangat menghargai orang yang penuh dedikasi dan loyalitas dalam bekerja. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap bersemangat untuk selalu bergerak menangkap peluang-peluang dan membuka pintu-pintu rezeki yang telah disediakan-Nya. Allah Maha Rahman dan Rahim, Allah pula Mahakaya. Oleh karena itu, kita jangan takut kehabisan dengan kekayaan di dunia ini.

Untuk membuktikan dan meraih anugerah-Nya, Allah SWT menyeru kita untuk bergerak dinamis menyambut rezeki-Nya. Bukan dengan berdiam diri banyak zikir dan berdoa, atau mengasingkan diri untuk semedi dan lain sebagainya, tetapi bergerak terus menciptakan dan membuka peluang. Berdoa harus, tetapi rezeki tidak datang dengan sendirinya kalau tidak ditopang dengan berusaha meraihnya. Bekerja juga merupakan bentuk ibadah yang kualitasnya sama dengan ibadah-ibadah lainnya.

Dalam surah Al-Jumu'ah [62]: 10, Allah SWT berfirman, "Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Rasulullah SAW bersabda, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat dan puasa)." (HR Thabrani dan Baihaqi).

Kalau tidak bergerak dan kerja keras, hal itu melawan sunatullah dan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Rasul bersabda, "Sebaik-baik manusia dalam melakukan pekerjaannya adalah mereka yang berusaha semaksimal mungkin dengan mengeluarkan kemampuan yang ada dalam dirinya." Tidak langsung memvonis diri tidak mampu dan tidak ditakdirkan untuk miskin atau gagal.

Rasulullah SAW sangat menyukai orang yang bekerja dengan penuh tantangan, ketimbang mudah putus asa atau pasrah terhadap usaha yang sedang dikerjakan. Rasulullah SAW pernah mencium tangan Sa'ad bin Mu'adz ketika melihat tangan Sa'ad yang kasar karena bekerja keras. "Inilah dua tangan yang dicintai Allah," kata Nabi Muhammad SAW.

Di dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak."

Sangat disayangkan karena tidak sedikit mental yang tidak siap bertarung dalam meraih rezeki-Nya. Mereka ingin mudah dalam meraihnya, salah satunya dengan meminta. Kalau ingin sukses, keluarkanlah keringat dari badan sendiri dan berjuanglah untuk menikmati kerja keras.



Readmore...

Gemar Maksiyat Penyebab Sulit Kaya

0 komentar
 
Allah berfirman (QS. Thaha [20] : 124)

Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".

Salah satu penghalang datangnya rezeki yang berkah dan melimpah adalah kemaksiatan yang kita lakukan. Allah telah menjelaskan dalam ayat di atas bahwasanya barang siapa yang berpaling dari perintah-Nya niscaya dijadikan baginya kesempitan atau kesulitan hidup adalah susahnya mendapatkan rezeki yang halal, melimpah dan berkah.

Kehidupan manusia yang gemar melakukan kemaksiatan selalu diliputi kecemasan, khawatir kalu mereka tidak mendapatkan jatah rezeki, maka digunakannya tangan mereka untuk meraih yang haram. Misalnya dengan berjudi, mencuri, korupsi, melakukan riba dan berbagai kemaksiatan lain. Akibatnya hidup tidak semakin bahagia namun malah semakin sengsara.

Kekayaan materi mungkin saja akan didapatkan oleh mereka yang gemar maksiat, sebab Allah memang Maha Pengasih. Siapa saja tidak peduli beriman atau kafir semua diberinya rezeki. Hanya saja apakah rezeki yang diberikan membawa barokah atau tidak, itulah persoalannya.

Lalu bagaimana jalan keluarnya agar rezeki kita melimpah dan halal, sehingga hidup kita pun penuh berkah?

Jawabannya adalah: Bertaubat. Taubat tidaklah sebagaimana dipahami oleh sebagain orang, hanya cukup dengan mengucap: “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya” tanpa diikuti dengan perbuatan. Hal ini sama dengan orang yang membakar tangannya dengan api kemudian berteriak-teriak “aku bertaubat, aku bertaubat”  tetapi tangannya tetap saja dimasukkan dalam api dan tidak berusaha menghindar darinya. Sungguh celaka orang yang demikian.

Sesungguhnya taubat menurut para ulama meliputi amalan hati dan amalan tubuh yaitu bersegera berhenti dari kemaksiatan, menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan, bertekat untuk tidak mengulangi lagi, kemudian mengembalikan hak-hak orang yang didhalimi atau meminta maaf kepada mereka, sekaligus minta pembebasannya.
Adapun istighfat, sebagaimana diterangkan Imam al-Raghib  al-Ashfahani adalah meminta ampun dengan ucapan dan perbuatan. 

Allah berfirman :


Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya  Dia adalah Maha Pengampun-, (QS. Nuh [71] : 10)


Jadi jika anda ingin rezekinya lancar, melimpah dan berkah segeralah bertaubat dari berbagai macam kemaksiatan.


Rasulullah bersabda:
“Barang siapa memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai).
Readmore...

Jangan Salah Berdoa

0 komentar
 


Oleh: Prof Dr Yunahar Ilyas

Saya memiliki sahabat yang sangat beruntung. Tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga mendapat kesempatan bermukim di dua kota suci yang menjadi idaman banyak orang Islam. Selama empat tahun belajar di Madinah, dia dapat sepuasnya shalat di Masjid Nabawi, bahkan tidak terhitung shalat di Raudhah, satu taman surga di dunia ini. Begitu juga setelah bermukim di Makkah, dia dapat melaksanakan shalat berjamaah lima waktu, kecuali Ashar, karena lebih banyak dilaksanakan di kampus.


Setiap habis shalat, dia tak pernah lupa berdoa. Yang paling sering dia minta dalam doanya adalah semoga Allah SWT memudahkan jalan baginya menghajikan kedua orang tuanya. Tatkala melepas kepergiannya dulu ke Tanah Suci, sang ibu berkata dengan suara lirih: "Nak, apakah Ibu suatu saat mungkin sampai ke Tanah Suci itu, mencium Hajar Aswad dan berdoa di Multazam?" Setiap kali ingat pertanyaan ibunya itu, dia semakin khusyuk berdoa agar Allah memperkenankan doanya.


Alhamdulillah, doa sahabat saya terkabul. Dari hasil menyisihkan beasiswa setiap bulan, dan nyambi bisnis kecil-kecilan pada musim haji, dia dapat menghajikan kedua orang tuanya. Tidak henti-henti dia mensyukuri nikmat Allah yang tak terhingga itu. Sekarang musim haji sudah berlalu, kedua orang tuanya sudah kembali ke Tanah Air, sahabat saya konsentrasi menghadapi ujian yang sangat menentukan.


Semester ini, sahabat saya hanya mengambil satu mata kuliah. Jika satu mata kuliah ini tidak lulus juga, dia masih diberi kesempatan untuk menempuh ujian sekali lagi. Jika tidak lulus, dia akan drop out (DO). Dia optimistis lulus karena satu semester ini hanya belajar satu mata kuliah. Semua buku wajib dan yang dianjurkan profesor sudah dipelajarinya. Tetapi sayang, setelah nilai diumumkan, dia tetap tidak lulus.


Akhirnya, dia belajar lagi untuk persiapan ujian ulangan sebulan lagi. Ini ujian sangat menentukan nasibnya, terus kuliah apa pulang kampung. Profesor mata kuliah itu sudah didatanginya, memohon pengertian. Dengan dingin sang profesor menjawab: "Biasa, ujian itu ada yang lulus ada yang tidak". Apa yang dia khawatirkan itu, terjadi juga, dia tetap tidak lulus dan akhirnya apa boleh buat, dia DO.


Sebelum meninggalkan Kota Makkah, sahabat saya itu mencoba mengingat-ingat apa kesalahannya, mengapa dia sampai DO. Tiba-tiba dia ingat, suatu hari pernah berdoa di Multazam dengan penuh kekhusyukan: "Ya Allah. Izinkan aku menghajikan kedua orang tuaku. Kumohon ya Allah. Asal aku dapat menghajikan kedua orang tuaku, kuliahku DO juga tidak apa-apa ya Allah."


Sahabat saya sadar dia telah salah berdoa. Akhirnya, dia berdoa lagi dengan sepenuh hati di Multazam, memohon ampun atas kesalahannya dalam berdoa. Harusnya dia meminta kedua-duanya, dapat menghajikan kedua orang tua dan lulus ujian dengan nilai baik. Setelah memperbaiki doanya, dia coba lagi melamar strata dua di universitas lain di Arab Saudi.


Alhamdulillah, dengan karunia dan izin Allah, dia diterima lagi kuliah S2 di kampus lain. Sekarang sahabat saya itu sudah menyelesaikan pendidikan doktornya dan berkiprah di Tanah Air. Itulah pelajaran dari sahabat saya, jangan salah berdoa, memohon kepada Allah.
Readmore...
Selasa, 19 Juli 2011

Beda Isi Kepala Beda Action Beda Rezeki

0 komentar
 
Masih teringat jelas, karena memang pada waktu itu informasi ini benar-benar sengaja di kunci didalam otakku, Training motivasi untuk kehidupan yang lebih baik benar-benar membawa perubahan yang cukup signifikan kedalam kehidupanku, semangat yang semakin meningkat dan rambu-rambu putus asa yang kadang muncul di benaku lumayan bisa di tepis, kebiasaan buruk malas membaca yang selama ini hilang, sekarang mulai tumbuh lagi, saya selalu teringat Beda isi kepala Beda action Beda rezeki...

Dalam setiap diri manusia terdapat sebuang komponen penting laksana sebuah komputer super canggih, Otak sebagai Central Procesing Unit (CPU) berperan sangat penting dalam menjalani kehidupan ini, bayangkan saja Otak kita terdiri dari banyak sekali sel-sel saraf yang disebut neuron. Banyaknya neuron dalam otak kita, sama dengan banyaknya bintang di galaksi Bima Sakti.
Waw..!!!! sangat mengagumkan bukan..? apabila kita benar-benar bisa memanfaatkan otak kita untuk mengendalikan ACTION kita.
Beri banyak data beri banyak software yang setiap saat mampu membantu mempermudah mengolah data yang terus masuk kedalam otak kita, niscaya action kita pun akan berubah,
Ketika ACTION kita lain dari yang lain tentunya akan berbengaruh pada rezeki yang kita dapat. INGAT! BEDA ISI KEPALA BEDA ACTION BEDA REZEKI...
Anda bisa melihat sendiri fakta-fakta berikut:
  • Rata - rata manusia baru memakai 3 % dari kapasitas otaknya.
  • 97 % kapasitas terabaikan.
Untuk mengoptimalkan kapasitasnya dengan cara memberi lebih banyak data pada otak kita ini, beri software-software penting yang bisa membantu pekerjaan kita. jangan pernah beranggapan bahwa “ Otak Hanya untuk mikir ” anggapan inilah yang keliru.

Anda juga bisa melihat fakta yang sangat mengejutkan ini:
  • Orang Amerika Membaca 3 Buku Per-Tahun
  • Orang Jepang Membaca 5,4 Buku Per-Tahun
  • Orang Malaysia Membaca 1 Buku Per-Tahun
  • Orang Indonesia Membaca 0,19 Buku Per-Tahun
Harvard MBA Research (1998)


Anda bisa membayangkan dan coba introspeksi diri, bagaimana posisi anda sekarang, kalau sudah seperti orang Jepang, tentunya anda akan bisa menjadi yang terbaik di Indonesia, dan perlu diingat bahwa Wahyu yang pertama kali turun kedunia ini kita disuruh MEMBACA... MEMBACA.... dan MEMBACA....

Posted by Mr.Mung
Readmore...