Kamis, 21 Juli 2011

Gemar Maksiyat Penyebab Sulit Kaya

0 komentar
 
Allah berfirman (QS. Thaha [20] : 124)

Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".

Salah satu penghalang datangnya rezeki yang berkah dan melimpah adalah kemaksiatan yang kita lakukan. Allah telah menjelaskan dalam ayat di atas bahwasanya barang siapa yang berpaling dari perintah-Nya niscaya dijadikan baginya kesempitan atau kesulitan hidup adalah susahnya mendapatkan rezeki yang halal, melimpah dan berkah.

Kehidupan manusia yang gemar melakukan kemaksiatan selalu diliputi kecemasan, khawatir kalu mereka tidak mendapatkan jatah rezeki, maka digunakannya tangan mereka untuk meraih yang haram. Misalnya dengan berjudi, mencuri, korupsi, melakukan riba dan berbagai kemaksiatan lain. Akibatnya hidup tidak semakin bahagia namun malah semakin sengsara.

Kekayaan materi mungkin saja akan didapatkan oleh mereka yang gemar maksiat, sebab Allah memang Maha Pengasih. Siapa saja tidak peduli beriman atau kafir semua diberinya rezeki. Hanya saja apakah rezeki yang diberikan membawa barokah atau tidak, itulah persoalannya.

Lalu bagaimana jalan keluarnya agar rezeki kita melimpah dan halal, sehingga hidup kita pun penuh berkah?

Jawabannya adalah: Bertaubat. Taubat tidaklah sebagaimana dipahami oleh sebagain orang, hanya cukup dengan mengucap: “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya” tanpa diikuti dengan perbuatan. Hal ini sama dengan orang yang membakar tangannya dengan api kemudian berteriak-teriak “aku bertaubat, aku bertaubat”  tetapi tangannya tetap saja dimasukkan dalam api dan tidak berusaha menghindar darinya. Sungguh celaka orang yang demikian.

Sesungguhnya taubat menurut para ulama meliputi amalan hati dan amalan tubuh yaitu bersegera berhenti dari kemaksiatan, menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan, bertekat untuk tidak mengulangi lagi, kemudian mengembalikan hak-hak orang yang didhalimi atau meminta maaf kepada mereka, sekaligus minta pembebasannya.
Adapun istighfat, sebagaimana diterangkan Imam al-Raghib  al-Ashfahani adalah meminta ampun dengan ucapan dan perbuatan. 

Allah berfirman :


Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya  Dia adalah Maha Pengampun-, (QS. Nuh [71] : 10)


Jadi jika anda ingin rezekinya lancar, melimpah dan berkah segeralah bertaubat dari berbagai macam kemaksiatan.


Rasulullah bersabda:
“Barang siapa memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai).

Leave a Reply