Salah satu di antara ajaran Islam yang sangat agung adalah ajaran untuk saling memaafkan. Memafkan berarti, orang lain yang mempunyai kesalahan, kemudian kita memberi maaf. Sementara kalau kita yang mepunyai kesalahan maka wajib bagi kita untuk meminta maaf.
Orang yang mulia adalah orang yang suka memafkan. Dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda:
Musa bin Imran as, berkata:
Wahai Tuhanku diantara hamba-hamba-Mu, siapakah orang yang paling mulia dalam pandangan-Mu ?
Allah Azza Wajalla menjawab:“ Orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas. “ ( HR. Imam Baihaqi )
Hadis riwayat Ibnu Hibban : Maafkanlah , maka kalian akan bertambah sabar.
Menghadapi kesalahan orang lain Allah swt menujukan tiga kelas manusia, sebagaimana yang terdapat dalam surat ali imran ayat 133 dan 134, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orasng-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang orang yang menahan amarahnya dan memmaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,”.(QS[3]:133-134).
Tingkatan Manusia:
Pertama, adalah manusia yang mampu menahan amarah atau al-Kazhimiin pada saat ada orang yang berbuat salah kepada kita.
Kedua, adalah manusia yang memaafkan atau al-Aafin, manusia ini tidak hanya mampu menahan amarahnya ketika ada orang lain yang berbuat salah kepadanya tetapi dia mampu dengan ikhlas memaafkannya.
Ketiga, ( yang paling mulya dan disukai oleh alloh SWT ) , yakni manusia yang bukan sekedar mampu menahan amarah, atau mampu memaafkan kesalahan orang lain, tetapi lebih dari itu, manusia tersebut mampu berbuat baik kepada orang yang pernah melakukan kesalahan kepadanya.
Apabila kita tidak mau memaafkan orang lain, tentu dihatinya akan ada rasa dendam, Rasa ini akan menjadi energy negative dan merupakan beban bagi dirinya sendiri, menurut beberapa ahli, dapat menyebabkan penyakit struk, jantung, darah tinggi, rusaknya pencernaan dan insomnia karena selalu membawa kegelisahan, kecemasan dan tekanan negatif bagi dirinya sendiri.
Seorang sufi Syaqiq Al Zahid mengatakan ,’ Pada saat kamu teringat atau bertemu orang jahat, kemudian kamu tidak merasa belas kasihan kepadanya, berarti kamu lebih jahat dari dia.’
Dalam satu hadis disebutkan bahwa salat dan puasa belum cukup membawa seseorang ke surga sampai dadanya bersih dari dendam, hatinya penyayang, dan berbelas kasih terhadap sesama.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, amal yang paling disenangi Allah SWT ada tiga, yatu :
1. Memberi maaf sewaktu sempat membalas dendam,
2. Berlaku adil saat emosi,
3. Menaruh belas kasihan terhadap sesama hamba Allah.’
Hari ini kita juga diharapkan, dapat kembali ke fitroh, yang diibaratkan seperti bayi, bukan berarti kita harus minta gendong lagi kepada orang tua kita, tetapi kita diharapkan dapat meniru sifat sifat bayi.
Mari kita cermati sifat bayi, yang kami maksud disini bukan bayi yang baru lahir saja, tetapi bayi sampai dibawah umur dua tahun yang masih kelihatan sifat fitrahnya , yaitu diantaranya;
1. Bayi tidak pernah marah, tidak pernah emosi, kepada siapapun.
Kita orang dewasa, seharusnya bisa menjauhi marah.
Kita orang dewasa, seharusnya bisa menjauhi marah.
2. Bayi tidak pernah dendam, bayi tidak pernah memiliki rencana akan membalas kesalahan orang lain.
3. Bayi tidak pernah berprasangka buruk ( su udhon) / curiga kepada siapapun, naum tetap hati hati dalam melangkah.
4. Bayi selalu menyenangkan siapa saja, dengan selalu tersenyum walaupun mungkin sedang ditakut takuti.
5. Bayi selalu memiliki rasa ingin tahu, dengan selalu bertanya dan mencoba sesuatu yang baru.
6. Bayi selalu berfikir tenang, tidak pernah gelisah apapun keadaannya, karena percaya bahwa Alloh SWT, pasti mentaqdirkan yang terbaik bagi dirinya, walaupun mungkin kelihatannya tidak menyenangkan.
7. Bayi selalu mudah tidur karena ketenangan jiwanya, karena merasa semuanya sudah ada yang menjaga dan sudah ada yang mengaturnya.
8. Bayi merupakan harapan orang tua, untuk dapat tumbuh menjadi manusia yang berguna, dan bermanfaaf bagi orang lain di kemudian hari.
Sesuai Hadis yang diriwayatkan Adliya;
Sesuai Hadis yang diriwayatkan Adliya;
Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya
9. Bayi yang baunya selalu wangi dan harum, karena hanya makan makanan yang baik dan halal.
10. Bayi yang selalu bekerja keras untuk berlatih berjalan, menjalani hidup ini, walaupun sering jatuh atau gagal berkali kali , dia tidak kenal putus asa dari rahmad Alloh, SWT, karena kewajiban kita adalah berusaha, dan hasilnya ditentukan oleh Alloh, SWT.
Subscribe to email feed



