Senyum adalah salah satu tabiat manusia yang sedikit misterius, yg mempunyai maksud tersirat dan tujuan tertentu. Ada pula yang mengatakan bahwa senyuman adalah sesuatu yg aneh tapi nyata. Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk urusan yang satu ini tidak semua orang mampu untuk melakukannya terlebih ketika seseorang sedang marah, biasanya susah sekali untuk melepaskan diri dari cemberut. Wajah yang semulanya rupawan, kalau sedang marah jadi kelihatan buruk dan menakutkan.
Senyuman merupakan satu sifat dan akhlak mulia. Namun tidak jarang senyuman yang dilemparkan menjadi sebuah senjata ampuh untuk memikat seseorang. Banyak sekali orang yang jatuh hati disebabkan oleh sebuah senyuman. Senyuman menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya masing-masing.
Macam-macam Senyuman
1. Senyuman egois atau sinis, sebuah senyuman yang tidak bersahabat. Senyuman tersebut terbentuk dari perasaan dendam kesumat. Senyuman ini dapat menyebabkan orang yang diberi senyum sakit hati melihatnya.
2. Senyum menggoda, sebuah senyuman yang bertujuan untuk menggoda seseorang. Sebuah senyuman yang bisa menjerumuskan orang lain kedalam maksiat. Sebgai contoh senyuman seseorang untuk mengajak lawan jenisnya melakukan maksiat.
3. Senyum ketabahan. Sebuah senyuman yang muncul dari orang-orang perkasa & jantan. Sosok yg mampu menghadapi musibah hidupnya dengan tabah, tanpa kecengengan. Senyuman ini akan dirasakan oleh orang yang dekat dengan Allah.
4. Senyum ketegaran, sebuah senyuman yang menghiasi bibir orang-orang yang berwibawa dan mempunyai kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka pernah melewati sebuah musibah atau cobaan hidup yang berat & dapt dilalui dengan meraih kesuksesan. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi jika seseorang mampu & memiliki senyum seperti ini.
5. Senyum ketulusan, sebuah senyuman yang datang dari hati yang paling dalam. Muncul untuk membahagiakan, menghormati, dan memuliakan orang lain. Senyuman ini menunjukkan kondisi paralel antara bibir(lahiriyah)dengan hati(bathiniayah).Sebuah senyuman yang dalam syariat Islam bernilai ibadah, sebuah sedekah yang mudah dan ringan. Senyuman model ini memang terasa multiguna dalam mengarungi kehidupan. Senyuman ini mampu menambah keakraban dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi secara langsung maupun dalam media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orangtua, teman, atau pihak lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung, getaran senyumnya dapat menggetarkan mata batin kita.
Manfaat senyuman bagi diri sendiri maupun bagi orang lain
1. Dari segi penampilan,Senyum dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik.Walaupun yg tersenyum adalah kakek2 yang ompong dan keriput, namun senyuman tetap menjadikannya lebih baik.Seperti mempunyai makna dan nuansa tersendiri, mungkin lebih manis kesannya,lebih indah&menyejukkan hati.Dengan senyuman,kita akan lebih dihargai&disegani.
2. Dari segi kesehatan,orang yang murah senyum biasanya terjaga dari penyakit yang bernama stress.Jantungnya akan berdetak secara normal,sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit ketegangan.Menjalani kehidupan sehari-hari dengan hidup senang dan ceria membuat tubuh lebih sehat dan awet muda.Menurut pendapat para dokter,untuk menghasilkan sebuah senyuman hanya dibutuhkan 17otot wajah.Maka dari itu,tidak heran jika sering ditemukan orang dengan usia50 tahunan punya wajah masih tetap segar,ceria dan sehat. Berbeda dengan orang yang suka marah, hobinya cemberut, atau suka mengomel,biasanya kelihatan lebih tua.Memang tiga aktivitas terakhir membutuhkan 32otot wajah inilah yang menjadi penyebabnya.
3. Dari segi sosial,senyuman merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat.Dan ini akan menambah suasana hangat dan indah.Karena memang ketika melihat seseorang yang murah senyum,akan terasa menyenangkan.
Bila kita mampu melaksanakan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW maka permusuhan dan pertengkaran akan dapat ditekan. Hendaknyalah kita menumbuhkan suasana semacam ini. Bukankah dunia akan menjadi indah dengan senyuman dan apa jadinya bila semua orang bermuka masam,dan selalu cemberut.
Maka tersenyumlah...niscaya dunia akan tersenyum bersama kita...!
Maka tersenyumlah...niscaya dunia akan tersenyum bersama kita...!
Sebuah kisah tentang senyuman
Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut.Dengan murung lelaki itu mengadu, “Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Istri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?”
Sang Guru menjawab sederhana, “Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”
Umar bin Khattab walaupun jawatannya kalifah, pakaiannya sangat sederhana dan bertambal-tambal. Tetapi keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah, wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri. Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum.
Hukum senyuman
Sunat senyum | : | Bila senyum ke kawan-kawan sesama jenis |
Wajib senyum | : | Bila senyum kepada ibu dan bapak |
Makruh senyum | : | senyum yang berlebihan |
Haram senyum | : | Senyum kepada lawan jenis |
Harus senyum | : | Senyum kepada orang yang telah memberikan pertolongan, baik laki maupun perempuan |
Kata mutiara
Bukan karena hidup bahagia maka kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka hidup menjadi bahagia
Bukan karena semua orang bersahabat maka kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka semua orang menjadi sahabat
Bukan karena pekerjaan maka kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka pekerjaan menjadi menyenangkan
Bukan karena keluarga harmonis maka kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka keluarga menjadi harmonis
Bahan rujukan:
Subscribe to email feed



